Pembangunan Berkelanjutan dan Peran Keuangan Syariah

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN PERAN KEUANGAN SYARIAH

Qonita Nazhifa/Akuntansi/Departemen Eksternal

 

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Definisi pembangunan berkelanjutan tersebut dikutip dari Our Common Future atau Brundtland Report, sebuah laporan World Commission on Environment and Development (WCED) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diterbitkan pada tahun 1987.

Konsep tersebut mendukung pembangunan sosial dan ekonomi, serta menggarisbawahi pentingnya melestarikan sumber daya alam dan lingkungan. Hal tersebut dikarenakan ekonomi dan kesejahteraan sosial tidak dapat diperbaiki dengan tindakan yang merusak lingkungan (unece.org, n.d.).

Pembangunan berkelanjutan atau sustainable development memiliki tujuh belas target yang dicanangkan oleh PBB, di antaranya adalah decent work and economic growth, responsible consumption and production, serta climate action.

Islam memiliki lima maqashid syariah atau tujuan-tujuan syariat, yaitu hifdz ad-din (memelihara agama), hifdz an-nafs (memelihara nafsu), hifdz al ‘aql (memelihara akal), hifdz an-nasb (memelihara keturunan), dan hifdz al-maal (memelihara harta). Hal yang menarik adalah sebagian besar konsep yang dipaparkan oleh WCED dan target pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh PBB sesuai dengan maqashid syariah (Hasan, 2006).

Ekonomi Islam atau ekonomi syariah yang memiliki tujuan-tujuan tersebut seharusnya dapat melaksanakan program pembangunan berkelanjutan dengan lebih baik. Ekonomi konvensional memandang kebutuhan manusia sebagai tidak terbatas dan sumber daya adalah terbatas. Berbeda dengan ekonomi konvensional, ekonomi Islam dapat menghindarkan manusia dari kerugian akibat eksploitasi berlebih (Irfany, 2013). Dalam Islam terdapat batas-batas tertentu dan hal ini dapat menjadi kontrol terhadap aktivitas manusia sehingga dapat memanfaatkan dan melestarikan lingkungan dengan baik.

Selain pelestarian lingkungan, pertumbuhan ekonomi juga terdapat dalam agenda pembangunan berkelanjutan PBB. Keuangan syariah sangat relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) karena prinsip-prinsipnya menekankan pada pemerataan pendapatan dan memiliki orientasi pada kegiatan sosial lingkungan.

Terdapat dua fitur intrinsik yang mendasari keuangan syariah, yaitu pembagian risiko serta hubungan antara transaksi keuangan dan perekonomian riil. Semua kontrak keuangan yang didukung oleh aset sektor riil dan pembagian risiko antarmitra menyebabkan instrumen keuangan syariah relatif lebih stabil dibandingkan dengan instrumen konvensional dan cenderung lebih fleksibel terhadap guncangan yang tak terduga (Alawode, 2013).

Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa keuangan syariah dapat menjadi salah satu langkah negara-negara di dunia untuk mencapai SDGs yang digagas PBB. Keuangan syariah sangat mendukung tercapainya pembangunan yang berkelanjutan dan dapat menjangkau target-target SDGs lainnya, seperti no poverty; good health and well-being; industry, innovation and infrastructure; dan reduced inequalities.

Tidak seperti sistem perbankan yang telah ada, yang mendorong pinjaman dan proyek-proyek besar yang mengeksploitasi sumber daya alam, keuangan syariah mendorong pembangunan skala kecil yang dapat dapat menghasilkan berkurangnya jarak pendistribusian barang sehingga menurunkan emisi gas rumah kaca dan jejak ekologis di sektor bisnis (Al-Jayyousi, 2015).

Perekonomian riil yang merupakan fokus ekonomi Islam serta preferensi untuk pembagian risiko dan investasi sosial menjadikan sektor infrastruktur adalah oportunitas yang ideal bagi keuangan syariah. Selain itu, pembiayaan proyek pembangunan infrastruktur sejalan dengan tujuan ekonomi Islam, yaitu bermanfaat bagi banyak orang (Ahmed et al., 2015).

Instrumen redistribusi seperti zakat, wakaf, dan sedekah memiliki peran penting dalam perlindungan sosial dan mengurangi kemiskinan dengan cara yang bermartabat. Instrumen-instrumen tersebut juga telah menyebabkan keterlibatan sosial dan keuangan yang lebih luas. Berbagai hal tersebut memberi penjelasan bahwa target-target pembangunan berkelanjutan dapat dicapai dengan keuangan syariah.

Daftar Pustaka:

Ahmed, H., Mohieldin, M., Verbeek, J. and Aboulmagd, F. (2015). On the Sustainable Development Goals and the Role of Islamic Finance. [ebook] World Bank Group, p.31. Available at: http://siteresources.worldbank.org/INTMENA/Resources/SUSTAINABLEPAPER.pdf [Accessed 28 Oct. 2016].

Alawode, A. (2013). Can Islamic Finance spur Inclusive Growth & Sustainable Development?. [online] Private Sector Development. Available at: http://blogs.worldbank.org/psd/can-islamic-finance-spur-inclusive-growth-sustainable-development [Accessed 28 Oct. 2016].

Al-Jayyousi, O. (2015). Islam & Science » Re-thinking sustainability and progress: Islamic perspectives. [online] Islam-science.net. Available at: http://islam-science.net/re-thinking-sustainability-and-progress-islamic-perspectives-2983/ [Accessed 28 Oct. 2016].

en.wikipedia.org. (n.d.). Our Common Future. [online] Available at: https://en.wikipedia.org/wiki/Our_Common_Future [Accessed 28 Oct. 2016].

Hasan, Z. (2006). Sustainable development from an Islamic Perspective: meaning implications and policy concerns. [ebook] Munich Personal RePEc Archive, p.7. Available at: https://mpra.ub.uni-muenchen.de/ [Accessed 28 Oct. 2016].

iisd.org. (n.d.). Sustainable Development | IISD. [online] Available at: http://www.iisd.org/topic/sustainable-development [Accessed 28 Oct. 2016].

Irfany, M. (2013). Ekonomi Syariah dan Pembangunan Berkelanjutan. [online] Secangkir Kopi Hangat. Available at: https://miqbalirfany.wordpress.com/2013/12/05/ekonomi-syariah-dan-pembangunan-berkelanjutan/ [Accessed 28 Oct. 2016].

okezone.com, (2016). OJK: Keuangan Syariah Solusi Pembangunan Berkelanjutan. [online] Available at: http://economy.okezone.com/read/2016/10/09/320/1510085/ojk-keuangan-syariah-solusi-pembangunan-berkelanjutan [Accessed 28 Oct. 2016].

Prawiro, A. (n.d.). Maqashid Asy-Syariah (Tujuan Hukum Islam). [online] majelispenulis.blogspot.co.id. Available at: http://majelispenulis.blogspot.co.id/2013/09/maqashid-asy-syariah-tujuan-hukum-islam.html [Accessed 28 Oct. 2016].

The Role of Islamic Finance in Achieving Sustainable Development Goals. (2015). [ebook] Jeddah: Islamic Development Bank, p.5. Available at: http://www.isdb.org/irj/go/km/docs/documents/IDBDevelopments/Internet/English/IDB/CM/Topics/Role%20of%20IF%20in%20Achieving%20SDGs.pdf [Accessed 28 Oct. 2016].

unece.org. (n.d.). Sustainable development – concept and action. [online] Available at: http://www.unece.org/oes/nutshell/2004-2005/focus_sustainable_development.html [Accessed 28 Oct. 2016].

United Nations Sustainable Development. (n.d.). Sustainable development goals – United Nations. [online] Available at: http://www.un.org/sustainabledevelopment/sustainable-development-goals/ [Accessed 28 Oct. 2016].

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s